SELAMAT DATANG DI BLOGSPOT TPP KABUPATEN TABANAN,TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA

Rabu, 19 November 2025

Kamis, 13 Nopember dilakukan kegiatan berupa Monitoring Kegiatan Pemeliharaan jembatan desab berupa cek progres fisik, kualitas pekerjaan, kesesuaian anggaran. Kegiatan ini dilakukan menggunakan dana desa tahun anggaran 2025 sebesar Rp. 17.558.500 dengan volume 1 unit, kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat sekitar dan bentuk transparansi kegiatan sudah tertuang dalam papan kegiatan. Dampak yang didapat dari kegiatan ini yaitu mudahnya transportasi antar desa. Selesainya kegiatan pemeliharaan ini, masyarakat diharapkan rutin melakukan pemeliharaan rutin atau gotong royong. 



Jumat, 14 November 2025

SINERGI WUJUDKAN DESA TANGGUH BENCANA


Perubahan Iklim yang terjadi saat ini bukanlah lagi isu namun hal nyata yang sudah sering kita rasakan. Sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( Sustainable Develovment Goals ) sudah diatur dalam Peraturan Presiden No.111 Tahun 2022 tentang pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelnjutan. Ada 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ,diantaranya adalah SDGS no.13 Desa Tanggap Perubahan Iklim. Pada RPJPN 2025-2045 bahkan menjadi Visi ke-5 Indonesia Emas yaitu “Intensitas Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menurun menuju net zero emission” dan bagian dari 45 indikator Pembangunan Indonesia Emas 2045 dengan target penuruan emisi GRK sebesar 93,5% pada tahun 2045 dari baseline tahun 2022 sebesar 38,6%. Dalam Rancangan Teknokratis RPJPN 2025-2045, terdapat sepuluh (10) arah strategis pembangunan pedesaan yang salah satunya adalah pembangunan lingkungan hidup pedesaan yang terdiri dari dua (2) isu utama yaitu: (1) tantangan krisis iklim, dan (2) degradasi lingkungan dan ketahanan ekologi. Dalam rancangan Teknokratis RPJMN 2025-2029, resiliensi terhadap bencana dan perubahan iklim menjadi sasaran prioritas pembangunan perdesaan. Indonesia mempunyai komitmen yang kuat untuk mengatasi perubahan iklim, antara lain melalui Strategi Jangka Panjang Untuk Rendah Karbon dan ketahanan Iklim 2050, Pembangunan Rendah Karbon Indonesia, Rencana Adapatasi Nasional Perubahan Ikilm dan Kebijakan Pembangunan Ketahanan Iklim 2020-2045.

Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) dan Indeks Desa (ID) 2025 merupakan kolaborasi BNPB dengan Kementerian Desa PDT membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan perubahan iklim. Hal ini disampaikan melalui sosialisasi kepada TAPM/TPP dan BPBD seluruh Indonesia yang dilakukan melalui Zoom dan juga disiarkan melalui Youtube pada Kamis, 13 Nopember 2025. Optimalisasi ID-PKD  mendukung pencapaian Pembangunan Nasional dari Desa.Salah satu arah tujuan pembangunan nasional adalah berketahanan energy,air dan kemandirian pangan, resiliensi terhadap bencana dan perubahan iklim sehingga mewujudkan ketahanan social budaya dan ekologi.Regulasi terkait adalah Peraturan Kepala Badan No.7 tahun 2025 tentang Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana (Destana). Destana  yaitu  Desa dan Kelurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana serta memulihkan dengan segera dari dampak bencana yang merugikan. Destana meliputi pengintegrasian layanan dasar, penyusunan peraturan dan kebijakan, Pengembangan tata kelola local,penilaian ketangguhan, identifikasi ancaman / kerentanan ataupun kapasitas, pembentukan Tim Relawan, Perencanaan /pelaksanaan  Penanganan bencana berbasis masyarakat dan peningkatan kapasitas akses sumber daya dan teknologi. Dilakukan melalui Penilaian Ketangguhan Desa yang menjadi acuan penetapan 3 tingkat ketangguhan.

Sinergi BNPB dengan Kemendesa memiliki ruang lingkup : Fasilitasi/kapasitas, Penilaian,Perencanaan,Penganggaran,Pelaksanaan, Pelembagaan dan Pemantauan ( Monitirng Evaluasi).



Total Bencana yang terjadi di Indonesia 75%  berasal dari Perubahan Iklim antara lain banjir, ombak ekstrim,kenaikan permukaan air laut,cuaca buruk, angin panas dan kekeringan. Berdasarkan data Podes tahun 2021 sebanyak  27.056 desa di Indonesia mengalami bencana alam.Bencana alam menimbulkan dampak terhadap kemiskinan. Diperlukan masyarakat desa yang memahami resiko dan mendukung aksi lokal dalam menghadapi perubahan iklim. Tim Pendamping Profesional  memiliki peran penting dalam memberikan dampingan untuk wujudkan Desa tangguh Bencana baik dalam melakukan Fasilitasi, Edukasi,Mediasi  ataupun advokasi untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Ratu ingin pergi ke tempat indah

Dijemput dengan Kereta Kencana

Perubahan  iklim membuat gundah

Mari Wujudkan Desa Tangguh Bencana


Penulis 

Ni Made Wiraseni,ST ( TAPM Kab Tabanan)


Rabu, 12 November 2025

BERITA

Monitoring Ketahanan pangan BUMDes Kukuh Winangun Kukuh


Ada hari ini Kemis tanggal 13/11/2025 TPP Kec.Marga bersama Tim Pembantu BUMDes melakukan Monitoring Ketahanan Pangan BUMDes Kukuh Winangun Kukuh. Tujuannya : Memastikan ketahanan pangan BUMDes  terlaksana dengan baik bermanfaat bagi masyarakat desa melalui BUMDes. 

Langkah Kegiatan :1.  Koordinasi Penyusunan Rancangan APBdesa 2026 akibat turunnya Pagu DD 2026. 2. Identifikasi dan Pengumpulan data ketahanan  pangan  BUMDes.  3. Monitoring Usaha Budidaya ternak sapi dan Kambing BUMdesa Kukuh Winangun Kukuh. 4. Melakukan medsos. 

Hasil kegiatan : 1. Rancangan APBdesa 2026 sedang disusun  sesuai regulasi lama yang berlaku. 2. Data ketahanan Pangan sudah bisa disajikan oleh Tim yang membantu Pengurus BUMdesa  3. Kegiatan ketahanan pangan desa di BUMdes  sudah realisasi Rp. 150.000.000 kepada 3 peternak sapi Rp. 30.000.000, sebanyak 3 ekor sapi.  Realisasi 60 ekor kambing Rp. 120.000.000 kepada 6 orang peternak . 4.  Para Peternak  meraskan adanya manfaat ekonomis untuk usaha budidaya ketahanan pangan  dari BUMdes. 

Selasa, 11 November 2025



Rabu, 12 November 2025 dilaksanakannya kegiatan Penyuluhan Bidang Kesehatan sekaligus Evaluasi Rembug Stunting yang bertempat di Taman Griya Tegaljadi. Kegiatan ini dihadiri oleh pihak kecamatan, Puskesmas Marga 2, Banbinkantibmas, Babinsa, Ketua BPD, Perbekel beserta perangkat desa, Ketua TP PKK, TPP Kec Marga dan semua kader kesehatan desa. Penyuluhan di bidang kesehatan adalah proses memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang berbagai aspek kesehatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pemahaman masyarakat agar mereka dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan diri sendiri, keluarga, dan komunitas. Materi dalam penyuluhan ini yaitu tentang posyandu 6 SPM yang disampaian dari pihak kecamatan dan posyandu khusus di bidang kesehatan yajh disampaikan dari pihak puskesmas marga 2 serta hasil evaluasi dari kegiatan stunting (rembug stunting)

Penulis

Ni Kadek Sintia Astari

Kamis, 13 Nopember dilakukan kegiatan berupa Monitoring Kegiatan Pemeliharaan jembatan desab berupa cek progres fisik, kualitas pekerjaan, k...