Berdasarkan Peraturan Presiden
(Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional tahun 2025 – 2029, Prevalensi Penurunan Stunting telah menjadi salah
satu indikator pencapaian prioritas nasional 4 (empat) yaitu memperkuat
pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan,
prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda
dan penyandang disabilitas. Target prevalensi stunting tahun 2025 yaitu 18,8 %
dan tahun 2029 yaitu 14,2%. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal
bertugas melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan
konvergensi program di tingkat desa. Capaian Konvergensi tingkat daerah hingga
tingkat desa sangat mendukung pencapaian target prevalensi stunting. Salah satu
upaya mencapai target tersebut adalah dengan melakukan penilaian dan pemberian
penghargaan bagi Desa Berkinerja Baik Tingkat Nasional.
Tim Kabupaten Tabanan sudah menetapkan
3 desa terbaik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yaitu Desa
Pitera , Selanbawak dan Buwit berdasarkan indikator-indikator penilaian
sebagaimana diatur dalam Panduan Mekanisme Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam
Pelaksanaan Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting. Sesuai
hasil penilaian dikabupaten ditetapkan
Desa Pitera untuk mewakili maju ke tingkat Propinsi.
Penilaian Desa berkinerja Baik
dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 tingkat Propinsi di Desa Pitera dilakukan oleh Tim dari DPMD
Provinsi pada Kamis, 20 Agustus 2026.Hadir yang mendampingi dari Tim Kabupaten
dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Bappeda, Dinas Kesehatan,
KB, TAPM Kabupaten dan Pendamping Desa. Tim Penilai dari Propinsi terdiri dari
Dinas Pemberdayaan Propinsi Bali,Dinas Kesehatan Propinsi Bali dan TAPM
Propinsi Bali. Tim menilai terkait Administrasi dan Inovasi
Penilaian Kinerja Desa Ada 6
Variabel yang menjadi penilaian yaitu Pramusrenbang Tematik Stunting/Rembuk
Stunting Tingkat Desa (dalam rangka penyusunan perencanaan program stunting
dalam pembangunan Desa), Pelaksanaan P3S tingkat Desa ,Kinerja Kader Pembangunan
Manusia, Komitmen Desa, Pembinaan Pelaku Kelembagaan P3S, Pelaksanaan
Monitoring dan Evaluasi konvergensi P3S
Indikator Penilaian Lanjutan
melalui Inovasi Desa dengan 5 Variabel yaitu Tingkat partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan atas kegiatan/program
inovasi, Tingkat orisinalitas Program/Kegiatan, Tingkat solutif
Program/Kegiatan ,Tingkat Dampak Penerapan Inovasi Upaya P3S di desa,Tingkat
keberlanjutan Inovasi Upaya P3S di desa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar