Tari rejang Ayunan digelar di hari ketiga dari rangkaian Piodalan Purnama Sasih Kapat. Prosesi upacara dimulai pada pukul 09,00 Wita dengan mementaskan tari Rejang Sakral Daa Sari ( Renaja Perempuan) kemudian dilanjutkan dengan tari Rejang Sakral Daa Truna ( Remaja Laki - laki) dengan menggunakan busana adat Putih Kuning. Tarian dilakukan sebanyak 9 putaran dan setelah istirahat dilanjutkan lagi 2 putaran.Setelah itu para Remaja Laki - laki / Daa Truna bersiap menarikan Rejang Ayunan . Mereka berdiri di Candi Bentar menunggu giliran mementaskan Rejang Ayunan. Mengawali Tari Rejang Ayunan sebagai pembuka dilakukan oleh Pemangku , kemudian dilanjutkan oleh kelian adat, Perbekel,Kelian Daa Truna dan diikuti oleh penari lainnya secara bergantian. Penari berlari dari Candi Bentar menggapai tali yg tergantung pada dahan pohon cempaka kemudian memanjat tali sambil berayun.
Tarian ini memiliki makna filosofis saat membuka lahan pertanian dengan menggunakan sarana tali untuk dapat naik ke pohon dan digunakan untuk berayun ke pohon lainnya serta sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas kesuburan alam di kaki Gunung Batukaru yang diyakini dapat menolak bala /wabah penyakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar